BERITA AKTUAL HARI INI

BACA BARU BICARA

PENGOBATAN ALTERNATIF KANKER, JAMINAN SEMBUH 100% DITEMPAT

JAKARTA, Infomasi penting ditujukan kepada anda, saudara anda, orang tua, handai tolan anda yang menderita STROKE dan KANKER termasuk KANKER PAYUDARA, KANKER OTAK, KANKER RAHIM, dan jenis kanker lainnya,
Bahwa mulai saat ini dibuka pengobatan alternatif segala jenis kanker dengan jaminan SEMBUH TOTAL. Beberapa pasien sembuh dengan beberapa kali terapi saja, namun kebanyakan pasien langsung SEMBUH DITEMPAT dengan tingkat kesembuhan 100%.

Kami mengundang dari lubuk hati kami yang paling dalam kepada anda, saudara anda, orang tua anda tetangga anda maupun partner dan handai tolan anda untuk mengikuti pengobatan alternatif ini.
Pengobatan ini didatangkan langsung dari kalimantan dengan pengobatan tradisional suku dayak yang dilakukan oleh “ABAH HAMDI”.

PENGOBATAN DILAKSANAKAN DI JAKARTA, UNTUK INFORMASI LEBUIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI BAPAK ZAENAL ABIDIN (081519365977)

Agustus 9, 2007 Posted by | GENERAL NEWS, IKLAN DAN LOWONGAN, lainnya, NEWS ECONOMIC, NEWS POLITIK TERKINI, NEWS TERKINI | Tinggalkan komentar

Stop Kirim TKI ke Arab Bikin Menlu Ragu

Kamis, 09 Agustus 2007, 09:58:34
Jakarta, Rakyat Merdeka. Langkah pemerintah untuk menghentikan sementara pengiriman TKI (tenaga kerja Indonesia) ke Arab Saudi memunculkan silang pendapat antarpejabat tinggi. Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda meragukan efektivitas kebijakan yang dikeluarkan BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Pelindungan TKI) itu.

Menurut Hassan, sangat sulit membendung pemburu tenaga kerja ke Saudi. Itu terjadi karena kebutuhan masyarakat untuk mencari nafkah dan permintaan TKI ke negara tersebut hingga kini cukup tinggi. “Kalau betul bisa dilaksanakan (penghentian pengiriman TKI ke Saudi, Red), saya ragu. Kenyataannya sering tidak realistis,” ujarnya menanggapi pernyataan Ketua BNP2TKI Jumhur Hidayat.

Tingginya tingkat pencari kerja ke Saudi bisa dilihat dari statistik selama ini. Hingga pertengahan 2007, TKI yang bekerja di negara tersebut kurang lebih 40 ribu. Sementara jumlah lapangan kerja di dalam negeri tidak cukup menampung mereka semua.

Ketika ditanya tentang perkembangan kasus penyiksaan yang menimpa empat TKW yang berasal dari Ngawi, Pati, Pandeglang, dan Karawang di Saudi, Menlu Hassan mengatakan bahwa pemerintah Indonesia sedang memberikan bantuan hukum kepada mereka. “Kita akan memberikan bantuan hukum walaupun bukan pada posisi tertuduh karena warga kita menjadi korban,” tegasnya.

Dia pun menceritakan, pembunuh Siti Tarwiyah binti Slamet Dimyati dan Susianti adalah warga negara Saudi. “Dia (pembunuh) adalah anak dari majikan korban yang berusia 17 tahun,” bebernya. Menurut laporan yang diterima Menlu Hassan, tersangka bukanlah anak bungsu dari satu keluarga yang memiliki tujuh anak.

Dari laporan KBRI Riyadh, lanjut menteri alumnus Fakultas Hukum UI itu, proses hukum terhadap keluarga atau pihak yang membunuh sudah dilakukan aparat Saudi. “Pihak KBRI akan memastikan bahwa proses hukum berjalan, yang bersalah harus dihukum,” katanya.

Di Saudi, sambung Hassan, pembunuhan seperti itu hukumannya berat. “Tersangka bisa dihukum pancung,” ujarnya.

Dua korban luka, yaitu Ruminih binti Surtim dan Tari binti Tarsim Dasman, sambung dia, kini dalam perawatan rumah sakit. “KBRI akan membangun akses untuk perlindungan mereka,” tambahnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Protokol Konsuler KBRI Riyadh Abdul Wahab Alzab mengatakan, dalam waktu dekat, Ruminih dan Tari akan dipindahkan ke sebuah rumah sakit di Riyadh. “Saat ini (kemarin, Red) staf kami sudah pergi ke lokasi kejadian dan ke Rumah Sakit Aflaj di Kota Layla untuk menjenguk korban,” bebernya.

Menurut Abdul, stafnya itu sudah menemui kedua korban. “Menurut staf kami, kondisi kedua korban membaik dan sudah bisa diajak berbicara. Karena itu, jika dokter mengizinkan, kami akan memindahkan korban ke rumah sakit yang dekat dengan KBRI,” tuturnya.

Dia mengatakan, keluarga korban sudah dihubungi Jakarta. “Bila memungkinkan, mereka akan diajak ke Arab Saudi untuk menjaga dan merawat Ruminih dan Tari,” katanya.

Selain menjenguk korban, tambah Abdul, staf KBRI Riyadh yang ditugaskan ke Kota Layla mendatangi kantor polisi tempat tersangka ditahan. “Kami ingin memastikan bahwa tersangka telah ditahan untuk menunggu proses hukum selanjutnya,” tegasnya. Kini perwakilan RI yang berada di Riyadh itu telah menyiapkan seorang pengacara bernama Nasyir al Dandani untuk membela korban.

Agustus 9, 2007 Posted by | NEWS ECONOMIC | Tinggalkan komentar

Setoran BNI Tak Cukup, BUMN-BUMN Kecil akan Dilepas

Jakarta – Setoran privatisasi untuk APBN sebesar Rp 4,7 triliun yang sebelumnya diharapkan dapat terpenuhi dari privatisasi PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), ternyata tidak terpenuhi.

Pemerintah mengkaji penjualan BUMN-BUMN kecil guna menutupi kekurangan tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Meneg BUMN Sofyan Djalil ketika ditemui di sebuah acara yang diadakan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (2/8/2007) malam.

“Jadi sebenarnya target setoran privatisasi Rp 4,7 triliun bukan berarti dari BNI. Sebelumnya kita berpikir jika pasar bagus sekali dan tidak ada gangguan mungkin BNI bisa dapat cukup bagus. Tapi kan kita tidak pernah tahu karena kondisi pasar yang seperti ini, maka nilai BNI kemarin itu yang terbaik, sehingga target Rp 4,7 triliun tidak bisa terpenuhi,” paparnya.

Sofyan menambahkan, nantinya akan diadakan rapat kebinet menteri-menteri bidang ekonomi untuk melihat bagaimana cara untuk mencapai target Rp 4,7 triliun tersebut.

“Bisa dari BUMN-BUMN kecil yang bisa kita jual, tapi bisa juga kalau ternyata penyerapan (absorbsi) anggaran kurang bagus, barangkali jika setoran privatisasi kurang sedikit tidak masalah,” katanya.

Sofyan menyadari bahwa nilai jual BUMN-BUMN kecil tersebut tidak cukup untuk menutupi kekurangan setoran privatisasi.

“Tapi kalau memang pemerintah membutuhkan sekali setoran privatisasi untuk APBN, kita punya beberapa BUMN yang akan kita jual sedikit untuk memenuhi target tersebut, jadi kita lihat kebutuhannya nanti bagaimana,” imbuhnya.

Agustus 3, 2007 Posted by | NEWS ECONOMIC | Tinggalkan komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.